Kita Usahakan Mahasiswa Berprestasi Itu!

Talkshow Pelantara Asa Hadirkan 3 Mahasiswa Berprestasi Nasional

Bogor  – Hari kedua Masa Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (MPKMB) Angkatan 62 Sekolah Vokasi IPB University menghadirkan tiga sosok inspiratif dalam Talkshow Perantara Asa. Mereka adalah Ivan Taufiq, Founder & CEO PT Sutan Vet Medika sekaligus Mahasiswa Berprestasi Utama Nasional Program Diploma 2022; Volika Sinci Sari, Mahasiswa Berprestasi Terbaik I Program Diploma Tingkat Nasional dan Honorable Mention Penginspirasi Kepedulian; dan Siti Patimah Zahro, Juara 1 Mahasiswa Berprestasi Utama Tingkat Nasional Jenjang Diploma tahun 2024. 

Ketiga Mahasiswa Berprestasi (Mapres) tersebut berbagi wawasan dari pengalaman yang mengantarkan mereka meraih prestasi tingkat nasional. Meski berbeda latar belakang, mereka memiliki kesamaan, yaitu memanfaatkan peluang, menjaga motivasi, dan memiliki tujuan yang jelas.

Ivan Taufiq menyoroti pentingnya dukungan lingkungan dalam membangun kepercayaan diri. Tidak semua orang lahir di ekosistem yang suportif, sehingga mahasiswa perlu mencari sumber inspirasi dari luar, seperti tokoh atau mentor yang relevan. “Kalau nggak ada yang mendukung, nggak masalah, diri kita sendiri pun bisa jadi pendukung terkuat,” ujarnya. Ia menegaskan, mahasiswa harus pandai menilai situasi sebelum bertindak agar energi tidak terbuang pada hal yang sia-sia.

Dalam pandangannya, hal yang amat krusial dimiliki seorang mahasiswa selama berkuliah adalah kemampuan berjejaring. “Jangan sampai kuliah di IPB tapi nggak kenal dosennya, nggak punya teman, jadi melakukan hal yang sia-sia. Kita sudah diberi fasilitas yang luar biasa, tinggal bagaimana kita memanfaatkannya,” tambahnya.

Sementara itu, Siti Patimah Zahro menyebutkan bahwa sumber kekuatan untuk melakukan semua hal sampai titik ini adalah motivasi dari diri sendiri. Tanpa tuntutan keluarga, ia memilih berprestasi karena ingin memberi makna dan dampak bagi orang lain. Prosesnya tidak mudah,  ia pernah gagal lebih dari 20 kali dalam lomba kepenulisan di awal kuliah. “Mimpi itu bukan sekadar setinggi apa, tapi sebesar apa maknanya. Kalau ada rasa takut, temukan mentor yang tepat dan pahami tujuan ikut lomba,” jelasnya. Bagi Siti Patimah, kegagalan hanyalah jeda, bukan akhir. 

Ia juga menekankan pentingnya kebiasaan membaca sebagai bekal di semua bidang. “Kita mau ikut lomba, skripsi, atau sekadar bepergian, semua butuh membaca. Itu keterampilan dasar yang akan menyelamatkan kita di banyak situasi,” tegasnya. Tak lupa, ia mengingatkan pentingnya berproses, meski hanya sedikit demi sedikit. “Progres 1% pun tetap berarti jika dilakukan setiap hari,” ujarnya.

Selanjutnya, Volika Sinci Sari membawa pengalaman yang tak kalah epik. Ia pernah hampir meninggalkan bangku kuliah karena merasa tidak cocok dengan lingkungan. Titik baliknya datang ketika ia menemukan peluang yang sebelumnya tidak terlihat, seperti mengikuti kompetisi dan membangun jaringan di luar kelas. Hal itu yang menuntunnya hingga mendapat prestasi tingkat nasional bahkan mendirikan Komunitas Teman.mu, sebuah platform yang berfokus pada pemberdayaan siswa untuk mengatasi rasa tidak aman, mengembangkan keterampilan soft skill dan hard skill, serta mewujudkan potensi mereka. Menurutnya, keputusan besar harus diawali dengan tujuan yang jelas. “Kalau belum tahu mau jadi apa, kita akan mudah teralihkan. Tapi kalau punya tujuan, meski ke-distract, kita bisa balik lagi,” tuturnya.

Volika juga menyoroti dilema mahasiswa yang memiliki banyak minat. Ia memperkenalkan analisis S-I-A-P (Suka, Ingin, Aman, Penting) untuk menentukan prioritas. “Nggak semua yang kita suka harus kita tekuni. Lihat juga sanggup atau tidak, aman atau tidak bagi diri dan orang lain, serta penting atau tidak untuk tujuan jangka panjang,” jelasnya. Ia mengingatkan bahwa waktu dan energi terbatas, sehingga fokus menjadi kunci. Bagi Volika, hidup adalah proses pembelajaran tanpa henti. “Gagal, menang, sedih, bahagia. Semua itu bagian dari pembelajaran. Nikmati prosesnya,” katanya.

Selain itu, ketiga narasumber sepakat bahwa keberanian memulai, konsistensi menjalani proses, dan kemampuan memilih fokus adalah pondasi untuk berprestasi. Pesan mereka di MPKMB 62 menjadi pengingat bahwa prestasi tidak hanya diukur dari penghargaan, tetapi juga dari makna dan dampak yang dihasilkan.



Simak artikel lainnya

© Sistem Informasi - OMB IPB 62

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Petunjuk Umum Penugasan
  1. Seluruh Quests merupakan penugasan yang bersifat wajib dikerjakan dan dikumpulkan karena menjadi syarat konversi SKS sertifikat OMB IPB 62 yang akan dicantumkan dalam Surat Keterangan Pendamping Ijazah.
  2. Penugasan tidak boleh dihapus ataupun diarsip sampai rangkaian MPKMB IPB 62 berakhir.
  3. Semua mahasiswa baru wajib mengikuti akun Instagram MPKMB (@mpkmbipb), TikTok MPKMB (@mpkmbipb), dan Instagram Ditmawa IPB (@ditmawaipb).
  4. Akun Instagram dan TikTok yang digunakan untuk mengunggah penugasan tidak boleh di-private dan harus sama di setiap penugasan.
  5. Mention akun Instagram PJK pada setiap penugasan yang diunggah ke media sosial.
  6. Pengerjaan penugasan dilarang mengandung ujaran kebencian, SARA, pornografi, melakukan plagiat, dan menggunakan jasa joki.
  7. Pengerjaan dan pengumpulan penugasan harus sesuai dengan panduan dan timeline yang telah ditentukan pada tiap penugasan.
Tabel Penugasan MPKMB
Penugasan Timeline
Lembar Cita 4 – 17 Agustus 2025
Level Up Board 4 – 10 Agustus 2025
My Faculty Journal 17 Agustus 2025
Twibbon MPKMB 4 Agustus 2025
Harsakala on Sight 6 Agustus 2025
MPKMB Recaps 11 – 16 Agustus 2025

Harmoni

Warming Up for the Real Deal! Harmoni adalah pemanasan penting biar kamu gak kaget dan mudah beradaptasi sama dunia kampus. Kamu bisa mulai explore, cari tau do’s and don’ts-nya, dan bisa menyesuaikan diri untuk mulai perjalananmu sebagai mahasiswa!