Gimana Sih Cak Karanya Jadi Kelompok Paling Keren?
Bogor – Sorak perang yel-yel menggema di dua titik Kampus IPB Dramaga pada Kamis, 8 Agustus 2025. Seluruh kelompok besar saling adu semangat di berbagai lokasi, lengkap dengan maskot kreatif, atribut warna mencolok, dan ciri khas masing-masing yang menjadi daya tarik utama dalam memeriahkan kegiatan Harmoni.
Kegiatan ini bertujuan mempertemukan mahasiswa baru lintas kelompok besar, menguatkan rasa kebersamaan, dan membangun identitas kelompok sebelum memasuki rangkaian utama.
Suasana memanas saat lima kelompok besar bergantian menampilkan yel-yel mereka. Lagu-lagu penuh semangat disuarakan dengan kompak, diiringi gerakan khas yang sudah dilatih sebelumnya. Beberapa kelompok membawa drum untuk menambah hentakan irama, sementara yang lain memanfaatkan tepukan tangan, stomping, dan sorakan. Panji-panji warna kelompok dengan logo tiap kelompok diangkat tinggi-tinggi, properti unik, dan maskot yang berjalan di barisan depan memperkuat identitas tiap kelompok.
Setiap penampilan berdurasi 7-10 menit diselingi reaksi kelompok lain yang memberikan sorakan balasan atau tepukan tangan. Seluruh kelompok menjaga sportivitas, tanpa unsur saling menghina atau materi yang menyinggung SARA. Fokus utama tetap pada kekompakan, kreativitas, dan semangat peserta, sehingga suasana “perang” yel-yel tetap aman, tertib, dan menghibur.
Bogor – Sorak perang yel-yel menggema di dua titik Kampus IPB Dramaga pada Kamis, 8 Agustus 2025. Seluruh kelompok besar saling adu semangat di berbagai lokasi, lengkap dengan maskot kreatif, atribut warna mencolok, dan ciri khas masing-masing yang menjadi daya tarik utama dalam memeriahkan kegiatan Harmoni.
Kegiatan ini bertujuan mempertemukan mahasiswa baru lintas kelompok besar, menguatkan rasa kebersamaan, dan membangun identitas kelompok sebelum memasuki rangkaian utama.
Suasana memanas saat lima kelompok besar bergantian menampilkan yel-yel mereka. Lagu-lagu penuh semangat disuarakan dengan kompak, diiringi gerakan khas yang sudah dilatih sebelumnya. Beberapa kelompok membawa drum untuk menambah hentakan irama, sementara yang lain memanfaatkan tepukan tangan, stomping, dan sorakan. Panji-panji warna kelompok dengan logo tiap kelompok diangkat tinggi-tinggi, properti unik, dan maskot yang berjalan di barisan depan memperkuat identitas tiap kelompok.
Setiap penampilan berdurasi 7-10 menit diselingi reaksi kelompok lain yang memberikan sorakan balasan atau tepukan tangan. Seluruh kelompok menjaga sportivitas, tanpa unsur saling menghina atau materi yang menyinggung SARA. Fokus utama tetap pada kekompakan, kreativitas, dan semangat peserta, sehingga suasana “perang” yel-yel tetap aman, tertib, dan menghibur.
Koordinator Umum MPKMB IPB 62, Rafael Yusuf Mahdi, menjelaskan bahwa Harmoni 1 dirancang untuk menciptakan kesan pertama yang positif. “Kita mau first impression mahasiswa baru itu sebaik mungkin. Salah satunya dengan memberi panggung supaya mereka bisa dekat dulu sama kelompoknya,” ujarnya.
Menurut Rafael, setiap kelompok besar memiliki identitas dan ciri khas yang kuat, mulai dari yel-yel, maskot, hingga gaya interaksi. “Sense of belonging ke kelompoknya jadi kuat,” katanya. Meski bersifat sukarela, Harmoni 1 tetap ramai dihadiri mahasiswa baru. “Indikator suksesnya justru dari banyaknya mahasiswa baru yang datang tanpa diwajibkan. Mereka senang diberi panggung.”
Fadli Wiguna, mahasiswa baru dari kelompok besar Laskara Kavisha mengaku bahwa Harmoni memberinya kesempatan untuk menjalin relasi positif dengan sesama mahasiswa baru. “Kita bisa kumpul sama teman-teman, kenal kelompok lain, dan seru seruan pas perang yel-yel tanpa menjatuhkan,” ungkapnya.
Laskara Kavisha bahkan memberi penilaian “100 dari 10” untuk keseruan acara hari itu karena merasa bahwa Harmoni jadi bekal penting sebelum masuk ke rangkaian inti MPKMB nantinya.
Callysta Putri Aqeela, mahasiswa baru dari kelompok yang sama, merasa bahwa Harmoni jadi bekal penting sebelum masuk ke rangkaian inti MPKMB. “Menurut aku, sebelum MPKMB dimulai, kita memang butuh waktu buat kenalan dan dapat arahan dulu. Harmoni itu pas banget buat itu,” katanya dengan antusias. Sementara itu, Laskara Kavisha nggak segan kasih nilai “100 dari 10” buat keseruan acara hari itu—buktinya, dia terus semangat dan nggak mau ketinggalan momen seru apapun!
Setelah Harmoni 1 sukses memanaskan suasana lewat perang yel-yel antar kelompok besar, keseruan berlanjut di Harmoni 2 pada Sabtu, 9 Agustus 2025. Sejak pagi, kegiatan diawali dengan simulasi formasi rekor MPKMB. “Kita mau latihan formasi supaya nanti zero mistake” ujar Rafael.
Memasuki sore hari, panitia menggelar festival bakat mahasiswa baru, menampilkan beragam musik, tari, dan kreasi kreatif lainnya. Acara ini menjadi wadah bagi mahasiswa baru untuk berharmoni bersama. “Sayang kalau antusiasme mereka dibiarkan begitu saja,” tambah Rafael.
Menutup keterangannya, Rafael mengajak seluruh mahasiswa baru IPB angkatan 62 untuk memanfaatkan setiap momen yang ada. “Nikmatin seluruh rangkaian yang sudah disusun panitia. Senyuman dan tawa mahasiswa baru itu bikin nge-heal panitia sendiri” pungkasnya.
Simak artikel lainnya
Sebutin Lima Nama Ikan di MPKMB Bisa Dapat Sepeda??
student orientation FAQ Aduan Sebutin Lima Nama Ikan di MPKMB Bisa Dapat Sepeda?? Naila Hafizah
Kamu Gak Datang Closing MPKMB? Rugi Dong!
student orientation FAQ Aduan Kamu Gak Datang Closing MPKMB? Rugi Dong! Naila Hafizah Bogor —
Seandainya Kau Tahu… Vierratale di IPB!
student orientation FAQ Aduan Seandainya Kau Tahu… Vierratale di IPB! Naila Hafizah Vierratale Meriahkan Penutupan
Jelajahi perjalanan menjadi mahasiswa bersama rangkaian
OMB IPB 62
Student Orientation
IPB
Alamat
Kampus IPB,
Jl. Raya Dramaga, Babakan, Kec. Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16680
© Sistem Informasi - OMB IPB 62